Pertumbuhan Ekonomi Bangka Belitung

Pangkalpinang, Beberapa waktu lalu, Badan Pusat Statistik ( BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengeluarkan siaran pers berkenaan dengan ITK (Indeks Tendensi Konsumsi) sebagai indikator perkembangan ekonomi terkini yang dihasilkan melaluiĀ  STK (Survei Tendensi Konsumen) sebagai indeks yang menggambarkan persepsi kondisi ekonomi konsumen level rumah tangga untuk triwulan berjalan dan perkiraan untuk triwulan mendatang di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Sebagaimana penjelasan Kepala BPS Bangka Belitung, Darwin Sitorus, S.Si, M.Si, nilai ITK Kepulauan Bangka Belitung pada triwulan I tahun 2016 diperkirakan sebesar 101,19 artinya kondisi ekonomi menurut persepsi konsumen diharapkan akan membaik. Hal ini terlihat pada optimisme perkiraan pemdapatan rumah tangga yang berada pada level 104,58 (diatas 100), meskipun sebagian besar masih menahan diri untuk merealisasikan rencana pembelian barang tahan lama, rekreasi dan pesta/hajatan dengan nilai 95,23 (asih di bawah 100) yang mengindikasikan kelesuan ekonomi diharapkan segera berlalu.

Lanjutnya Darwin S.Si, M.Si, pada Triwulan I tahun 2016 mendatang diperkirakan kondisi ekonomi konsumen secara nasional akan membaik, dibandingkan dengan ITK triwulan 1V tahun 2015. ITK nasional pada triwulan I tahun 2016 diperkirakan sebesar 105,38, dengan harapan yang sama juga terjadi di seluruh provinsi di kawasan Pulau Sumatera, diperkirakan kondisi ekonomi konsumen di tujuh provinsi se Sumatera akan membaik di triwulan mendatang, sedangkan sisanya sebanyak tiga provinsi kondisi ekonomi dalam persepsi konsumen justru tidak lebih baik yaitu provinsi Sumatera Barat, Jambi dan Lampung dengan perkiraan ITK nasional tidak terdapat satu provinsi pun yang melampaui perkiraan ITK nasional dan hal ini bisa diartikan bahwa kondisi perekonomian rumah tangga di pulau Sumatera secara umum masih belum baik jika dibandingkan Nasional.

Sedangkan pada triwulan I menurut Kepala BPS Bangka Belitung, tahun 2016 ini jumlah sampel STK di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebanyak 170 rumah tangga dengan tingkat respon sebanyak 163 rumah tangga yang tersebar di tiga kabupaten/kota yaitu Kota Pangkalpinang, Kabupaten Belitung dan Kabupaten Belitung Timur.

Dari hal tersebut diatas menunjukkan bahwa perekonomian Kepulauan Bangka Belitung tahun 2015 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regiaonal Bruto (PDRB) atas dasar herga berlaku mencapai Rp.60,99 Triliun dan PDRB per kapita mencapai Rp. 44,43 juta, hal tersebut menunjukkan bahwa di tahun 2015 pertumbuhan ekonomi Kepulauan Bangka Belitung tumbuh sebesar 4,08 persen, melambat bila dibandingkan tahun 2014 sebesar 4,67 persen, sementara dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oeh lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertanahan dan jaminan sosial wajib sebesar 9,78 persen dan dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi diacapai oleh komponen pengeluaran konsumsi lembaga non profit sebesar 7,03 persen.

Sedangkan berkenaan dengan laju pertumbuhan ekonomi untuk Bangka Belitung, maka Babel berada pada urutan ke empat setelah Aceh, Sumatera Selatan, dan Lampung dengan nilai 1,32 persen.Melambatnya laju pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Bangka Belitung disebabkan adanya bencana kabut asap, kemarau panjang, kenaikan harga bahan bakar minyak dan tarif dadar listrik menjadi penyebab perlambatan pertumbuhan ekonomi, dan yang terbaru di alami Kepulauan Bangka Belitung yakni bencana Banjir besar pada 3 Kabupaten Bangka Tengah, Kabupaten Bangka Selatan dan Kota pangkalpinang yang sempat melumpuhkan perekonomian Bangka Belitung.(js)

Sumber: 
BPS Kep.Babel
Penulis: 
Jeffrin PHM Siregar
Fotografer: 
Jeffrin PHM Siregar
Editor: 
Jeffrin PHM Siregar
Bidang Informasi: 
Pramas
Tags: 
BPS

Berita

17/04/2026 | iG: bdg photo studio...
17/04/2026 | Linkedln: desy trisnawa...
17/04/2026 | Linkedln: welinda me...
16/04/2026 | Linkedln: ninalita tari...
16/04/2026 | hrd Faznet pangkalpinan...
16/04/2026 | iG: pu sda babel
15/04/2026 | IG: denny aja
15/04/2026 | Linkedln: Ani Chotijah...

Berita Berdasarkan Kategori